4 Perbedaan Di Dalam Haji Dan Umrah, Ketahui Hukum Dan Rukunnya

Seperti diketahui, waktu ini lebih dari satu Muslim melaksanakan haji dan umrah. Ini adalah tidak benar satu ibadah tertata yang diadakan tiap tiap tahun, di mana Muslim melaksanakan Tawaf, Sa’i, dan serangkaian kesibukan lain di Masjid Haram, Mekah, Arab Saudi.

Meskipun Rutin Haji diadakan tiap tiap tahun, ibadah ini tidak harus oleh tiap tiap Muslim, tapi hanya bagi mereka yang bisa secara fisik dan finansial. Biasanya, Indonesia adalah negara bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan minat tinggi peziarah tiap tiap tahun. Tidak heran banyak orang mendaftar dan pergi bergantian tiap tiap tahun.

Bagi orang-orang yang belum memperoleh pergantian keberangkatan, mereka senantiasa bisa terbang ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah. Baik haji dan umrah sebenarnya dilakukan di tempat yang sama, tapi sebenarnya ke dua ibadah ini membawa lebih dari satu perbedaan mendasar. Perbedaan pada haji dan umrah bisa diamati berasal berasal berasal dari hukum implementasi, harmonis, waktu implementasi, bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kewajiban.

Bagi Anda yang miliki rancangan mendaftar untuk kepergian haji dan mengidamkan melaksanakan ibadah umrah, harus untuk menyadari lebih dari satu perbedaan di di di dalam ibadah haji dan umrah berikut. Ini termasuk bisa dipertimbangkan untuk memilih ibadah mana yang mengidamkan Anda melaksanakan terlebih dahulu.

Selanjutnya, kami merangkum lebih dari satu perbedaan di di di dalam haji dan umrah yang harus Anda pahami.

Sebelum menyadari lebih dari satu perbedaan di di di dalam haji dan umrah, itu harus dimengerti terlebih dahulu apa yang disebut haji dan umrah. Haji adalah pilar kelima di pilar Islam. Dilihat berasal berasal berasal dari makna tersebut, haji bermakna menopang pada Ka’bah untuk melaksanakan ibadah. Ibadah ini termasuk telah dilakukan sejak zaman Nabi hingga waktu ini.

Sementara itu, umrah secara lazim bermakna ziarah ke tempat yang ramai atau dihuni. Dalam konteks ibadah, umrah didefinisikan sebagai kesibukan kunjungan ke Ka’bah untuk melaksanakan ibadah tertentu. Haji dan Umrah adalah dua ibadah yang saling terkait. Meski begitu, haji dan umrah membawa lebih dari satu perbedaan mendasar yang harus diketahui. Penjelasan lebih lanjut bakal dijelaskan di halaman berikutnya.

HUKUM

Setelah menyadari pemahaman umum, tersedia lebih dari satu perbedaan di di di dalam haji dan umrah yang harus diketahui. Perbedaan pertama bisa diamati di di di dalam berkenaan hukum implementasi. Haji adalah ibadah harus untuk tiap tiap Muslim yang mencukupi lebih dari satu syarat atau yang bisa menerapkan. Ini cocok bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan Firman Tuhan, yaitu sebagai berikut:

“Dan untuk Allah Subhanahu Wata’ala, itu harus bagi manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah.” (QS Ali Imran 98).

Sementara itu, undang-undang pelaksanaan pada ibadat umroh terkandung perbezaan pendapat. Menurut lebih dari satu ulama, Umroh membawa undang-undang wajib. Ini berdasarkan QS. Al Baqarah ayat 196 adalah yang berikut:

“Dan sempurna ziarah dan umrah untuk Tuhan,” (QS al-Baqarah: 196).
Di samping itu, terkandung termasuk Hadis yang mengatakan undang-undang pelaksanaan Umrah, Hadis Sayyidah Aisyah Radliyallahu Anhu adalah yang berikut:

“Dari ‘Aisyah Radliyallahu’ Anh, beliau berbicara Wahai Rasulullah adalah harus bagi wanita untuk jihad? Rasulullah menjawab, ya, jihad tanpa perang, haji dan umrah,” (HR Ibn Majah dan Al-Bihaqi dan tidak semata-mata Sanad-sanad Shahad).

Walaupun lebih dari satu ulama lain berpendapat bahawa Umroh membawa undang-undang Sunnah. Dalam kes ini, berdasarkan hadis Al Turmudzi, yang berikut:

“Nabi ditanya berkenaan umrah, adalah umrah yang mandatori? Dia tidak menjawab, dan waktu kamu adalah umrah maka lebih baik bagimu.” (Hr. Al-Turmudzi).

Dari penjelasan di atas, diambil kesimpulan bahawa undang-undang kewajipan Haji telah dipersetujui seluruh sarjana, tapi kewajipan ibadat Umroh senantiasa jadi perdebatan.

Perintah

Perbezaan Haji dan Umroh yang bakal singgah bisa diamati berasal berasal berasal dari segi pelaksanaannya. Berdasarkan keputusan Manasik, Rukun Haji terdiri daripada 5 perkara iaitu keinginan Ihram, Wuquf Fi Arafah, Tawaf, Sa’i, dan memotong rambut. Walaupun Rukun di di di dalam pelaksanaan ibadat umroh terdiri daripada hanya 4, keinginan Ihram, Tawaf, Sa’i, dan memotong rambut. Kedua-dua ibadat itu membawa sekilas yang sama, tapi tersedia perbezaan yang satu pilar membezakan pada kedua, Rukun Wuquf di Arafah. Tiang ini hanya dilakukan pada aktiviti ziarah, bukan umroh.

Waktu eksekusi

Perbedaan di di di dalam haji dan umrah setelah itu adalah pada waktu implementasi. Dalam berkenaan ini, haji membawa waktu yang lebih terbatas daripada umrah. Haji kebanyakan dilakukan di dalam rentang waktu jadi berasal berasal berasal dari awal Shawwal untuk fajar pada Idul Fitri Al-Adha (10 dzulhijjah).

Sementara itu, ibadah umrah bisa dilakukan kapan saja dan waktu tanpa batas. Jadi di di di dalam satu tahun, implementasi haji bisa dilakukan 1 kali bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan lebih dari satu syarat yang sesuaikan waktu, waktu umrah bisa dilakukan berulang kali tanpa keputusan waktu.

Kewajiban

Perbedaan haji dan umrah paling akhir bisa diamati berasal berasal berasal dari segi kewajiban. Kewajiban Haji dan Umrah adalah serangkaian ritual yang waktu ditinggalkan tidak bisa membatalkan haji dan umrah, tapi harus diganti bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan denda. Dalam berkenaan ini, kewajiban haji terdiri berasal berasal berasal dari lima, yaitu keinginan IHRAM berasal berasal berasal dari MIQAT (batas tempat yang telah bertekad untuk sesuaikan tempat berasal berasal berasal dari para peziarah Haji / Umrah), senantiasa di Muzdalifah, menginap di Mina, Tawaf WADA ‘(Perpisahan) dan melemparkan Jumrah. Sementara kewajiban umrah adalah dua, maksud Ihram berasal berasal berasal dari Miqat dan menjauhkan larangan Ihram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *